RESUME BAB V SISTEM INFORMASI PENDUKUNG DI DALAM SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
A.
Sistem Pendukung Manajemen
Sistem pendukung manajemen atau
Manajemen Support System (MSS) mempunyai banyak jenis, antara lain : TPS
(Transaction Processing System), OA (Office Automation), DSS (Decision Support
System), dan ESS (Executive Support System) adalah elemen MSS yang akan lebih
menunjang existensi dari pada SIM. MSS ini akan dibagi berdasarkan
fungsi-fungsi manajemen yang ada di perusahaan, karena dengan membagi MSS
sesuai dengan topiknya, computer yang dijadikan alat bantu dapat menjurus
kesalah satu topic atau pekerjaan yang dituju.
1. Sistem Pengolahan Transaksi (TPS)
Transaction Processing Sistem (TPS) atau sistem pengolahan transaksi adalah
sebuah sistem yang digunakan untuk keperluan transaksi sehari – hari. Sistem
ini sangat berguna untuk menghasilkan/memproduksi data. 2. Otomasi Perkantoran (OA)
Office Automation System (OAS) memiliki tiga tujuan yang harus diraih,
yaitu :
a)
Penggabungan dan penerapan teknologi
b)
Memperbaiki proses pelaksanaan pekerjaan di kantor
c)
Meningkatkan produktifitas pekerjaan dan efektifitas
pekerjaan.
Secara fungsional, OAS dapat didefinisikan sebagai sebuah rencana untuk
menggabungkan dan menerapkan teknologi tinggi melalui perbaikan proses
pelaksanaan pekerjaan demi meningkatkan produktifitas pekerjaan dan efektifitas
pekerjaan.
Beberapa fasilitas OAS yang sering digunakan orang sebagai berikut :
a)
Word Processor (pengolah kata)
b)
Document Manajement.
c)
Electonic Mail
d)
Electronic Funds Transfer (EFT)
e)
Voice Mailing System.
f)
Voice Information Services.
g)
Fax Information Services.
h)
Video Conference
3. Sistem Pendukung Keputusan ( DDS )
Decision Support Sytem (DDS) wawasannya lebih luas karena pada umumnya
program DDS mempunyai kemampuan ESS ditambah kemampuan analisis, meskipun tidak
mempunyai kemampuan penyajian presentasi sebagus ESS.
Ciri-ciri serta keuntungan dalam menggunakan DDS dapat dituliskan sebagai
berikut:
ü Dapat menyelesaikan problem yang kompleks
ü System dapat berinteraksi dengan pemakainya sehingga dapat mencoba
keputusan lebih dulu.
ü Lebih cepat dan dengan hasil yang lebih baik disbanding dengan keputusan
yang intuisi (mengandalkan perasaan) terutama untuk lingkungan yang cepat
berubah.
ü Menghasilkan acuan data untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi bagi
manajer yang kurang berpengalaman.
ü Untuk masalah yang berulang, DDS dapat member beberapa manajer
berkomunikasi dengan lebih baik.
ü Meningkatkan produktifitas dan control dari manajer.
ü Membantu bermacam-macam bagian dari manajemen.
ü DDS didesain untuk mudah dibuat dan mudah dipakai
ü DDS digunakan untuk membantu manajer sehingga setiap saat dapat diabaikan
atau dibatalkan.
Tiga langkah yang dapat dilakukan dalam membuat DDS :
1.
Mendefinisikan problem
2.
Membuat model dengan DDS generator
3.
Menggunakan model tersebut untuk mendapatkan jawabannya
4.
Sebuah proses yang menggunakan DDS memiliki beberapa
komponen, antara lain : dialog, model, database, dan data.
5.
Sistem Pendukung Executive (
ESS )
Tujuan Executive Support System adalah untuk mengintisarikan informasi dari
bermacam-macam sumber lalu diserahkan pada Manajer Tingkat Atas (MTA). MTA
biasanya membutuhkan informasi atas dasar Critical Success Factor (CSF) yang
artinya factor yang telah mebuat suatu organisasi berjalan menuju sukses.
Factor ini diperhatikan dan dijaga bila organisasi tersebut ingin menjadi
sukses, caranya :
1.
Kemampuan untuk menampilkan CSF
2.
Kemampuan untuk menampilakan gambar grafik
3.
Kemampuan untuk menapilkan kunci permasalahan
4.
Kemampuan untuk memilih dan menampilkan salah satu CSF
5.
Kemampuan untuk menampilkan garis besar keuangan
6.
Kemampuan untuk melihat dan mengubah perencanaan
strategis
Sifat dan keunggulan ESS pada umumnya yaitu :
1.
Dapat menyajikan informasi yang lebih relevan demi
menghemat waktu MTA
2.
Dapat membantu MTA mengetahui lingkungan dengan lebih
cepat, lebih singkat dan lebih up-to-date.
3.
Dapat dibuat khusus (secara individu) sesuai dengan
yang diminta MTA
4.
Mempunyai kemampuan grafik yang cukup
5.
Dapat berkomunikasi dan membandingkan
strategi
6.
Dapat member gambaran individu
7.
Mampu mengambil data dari luar dengan mudah.
5. System Informasi Akuntasi (SIA)
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) melaksanakan aplikasi akuntansi
perusahaan. Aplikasi ini ditandai dengan volume pengelolaan data yang tinggi.
Pengelolaan data terdiri dari empat tugas utama: pengumpulan data, manipulasi
data, dan penyiapan dokumen.
SIA melaksanakan empat tugas dasar pengolahan data yaitu :
1.
Pengumpulan Data
2.
Manipulasi Data
3.
Menyimpan Data
4.
Penyiapan Dokumen
B. Sitem Informasi Manajemen Basis Data
Database managemenr system ( DBMS – Manajemen Bank Data) adalah suatu
bentuk system yang berguna untuk menyimpan data penggunaan cara yang tepat
dapat mempercepat penyimpanan data, mempercepat dan mempermudah pemrosesan
data, dan mempercepat pengambilan data. Keunggulan dari DBMS adalah sebagai
berikut:
1.
Meningkatkan persentase kesiapan data.
2.
Mempercepat penyimpanan dan pengambilan data.
3.
Mempercepat dan mempermudah pemrosesan data
4.
Mengurangi penyimpanan data yang rangkap
5.
Data dapat dipakai oleh lebih banyak orang
6.
Mengatur integrasi sehingga data dapat diatur dengan
benar
7.
Mempermudah pemograman karena DBMS menjadi lebih
fleksibel
8.
Keteraturan data membuat data bank lebih aman
1.
Bentuk Dan Elemen Data DBMS
Ada tiga elemen dasar dari sebuah database, yaitu :
a.
Pemakai yang terdiri dari : operator, Programmer,
Database Administrator.
b.
Elemen isi data, elemen ini kita perlu
meninjau cara kerja computer secara fisik.
c.
Elemen Penyimpanan, yang membutuhkan tempat yang
disebut memeori.
2.
Hierarchical Database
Hirachical Database biasanya digunakan untuk jaringan komunikasi data yang
berupa hirarchi/tree pula. Jadi, dasar hierarchical Database ini berusaha
menggambarkan realita dalam sebuah organisasi ke bentuk data-data computer.
3.
Network Database
Network Database dibuat karena jaringan komunikasi
memiliki topologi mesh sehingga membutuhkan bentuk Network Database.
4. Relational Database
Relational Database adalah bentuk database yang paling fleksibel dan paling
terbuka. Oleh karena itu relational database digunakan pada local saja.
5. Administrator Database
Administrator Database atau DBA ( Database Administrator) melakukan
pekerjaan sebagai Mendefenisikan dan merawat isi data, Mencari keselarasan bila
terjadikonflik, Mendefenisikan dan merawat fungsi, prosedur dan standard
database, Membuat database tersedia dan siap pakai, membantu pemakai dalam
pekaian database, merawat integritas data, mengawasi operasi dan menganalisis
hasil kerja, mencatat dan menyimpan peristiwa yang berhubungan dengan database,
meningkatkan efesiensi kerja operasional baik dari segi pemakai maupun dari
segi database itu sendiri.
C. Intelegensi Buatan
Intelegensi Buatan adalah sebuah system yang berusaha mengajarkan computer
untuk berpikir.
1.
Pengertian Dan Pengembangan
Intelegensi Buatan
Kecerdasan Buatan dapat didefinisikan sebagai cabang sains computer yang
mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas. Karena itu, kecerdasan buatan
harus didasarkan pada prinsip teoritikal dan terapan yang menyangkut struktur
data yang digunakan dalam representasi pengetahuan ( knowledge
reprensentation).
2.
Bentuk-Bentuk Kecerdasan Buatan
1. Sistem Visual
2. Sistem Suara
3. System Robotika
4. Neural Network
3. Sistem Pakar
System pakar dibuat dengan mendapatkan pengetahuan ini dari seorang manusia
yang pakar dan mengkodekannya ke dalam bentuk yang dapat digunakan oleh
computer bila computer menghadapi persoalan sejenis. Sifat utama system pakar
adalah ketergantungan system ini pada pengetahuan manusia yang pakar dalam
suatu bidang dalam menyusun strategi pemecahan persoalan yang dihadapi oleh
system.
Comments
Post a Comment