RESUME BAB I KONSEP DASAR


1.1 Konsep Dasar Sistem
Sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu. Teori sistem secara umum yang pertamakali diuraikan oleh keeneth boulding terutama menekankan pentingnya perhatian terhadap setiap bagian yang membentuk sebuah sistem. Kecenderungan manusia yang mendapat tugas memimpin suatu organisasi adalah terlalu memusatkan perhatian pada salah satu komponen saja dari sistem organisasi. Teori sistem mengatakan bahwa setiap unsur pembentuk organisasi adalah penting dan harus mendapat perhatian yang utuh supaya manajer pembentuk organisasi di sini bukan hanya bagian-bagian yang tampak secara fisik, tetapi juga nal-hal yang mungkin bersifat abstrak atau konseptual seperti misi, pekerjaan, kegiatan, kelompok informal, dan lain sebagainya.
Teori sistem melahirkan konsep-konsep futuristika, antara lain yang terkenal adalah konsep sibernetika (cybernetics) konsep atau bidang kajian ilmiah ini terutama berkaitan upaya menerapkan berbagai disiplin ilmu, yakni ilmu perilaku, fisika, biologi, dan teknik. Sibernetika biasanya berkaitan dengan usaha-usaha domasi tugas-tugas yang dilakukan oleh manusia sehingga melahirkan studi-studi tentang robotika, kecerdasan buatan (artificial intelegence), dan lain sebagainya.
Konsep lain yang terkandung di dalam definisi tentang sistem adalah konsep sinergi. Konsep ini mengandaikan bahwa di dalam suatu sistem output dari suatu organisasi diharapkan lebih besar daripada output individual atau output masing-masing bagian.
Istilah sistem sekarang ini banyak dipakai banyak orang mengenai sistem perbankan, sistem akutansi, sistem inventori, sistem persediaan, sistem pemasaran, sistem pendidikan, sistem perangakat lunak, sistem tata surya, sistem teologi, dan masih banyak lagi.
1.1.1 Pengertian Subsistem
Pengunsuran sistem atas subsistem adalh sebuah tindakan penting dalam menyederhanakan perancangan sistem. Rancangan sistem ditetapkan dalam tahapan teratur pada analisis sistem dan pada manajemen proyek. Konsep-konsep juga mempunyai penerapan langsung pada perancangan sistem informasi (SISFO).
Norman L. Enger dalam bukunya mengatakan bahwa subsistem adalah serangkaian yang dapat ditentukan identitasnya yang berhubungan dalam suatu sistem. Gordon B.Davis dalam bukunya mengatakan sistem terbagi atas beberapa faktor atau unsur ke dalam beberapa subsistem-subsistem.
Penggunaan subsistem dapat juga disebut konsep modular. Konsep subsistem digunakan dalam manajemen proyek tetapu digunakan juga dalam perancangan sistem.
1.1.2 Pengertian Sistem
Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubuingannya satu dengan yang lainnya, yang berfungasi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Setiap sistem dibuat untuk menangani sesuatu yang berulangkali atau yang secara rutin terjadi.
Gordon B.Davis mengemukakan dalam bukunya, sistem bisa berupa abstrak atau fisis. Sistem yang abstrak adalah susunan yang teratur dari gagasan-gagasan atau kjonsepsi yang bergantung. Norman L.Enger menyatakan suatu sistem dapat terdiri atas kegiatan-kegiatan yang berhubungan guna mencapai tujuan-tujuan perusahaan. Sedangkan Prof.Dr.Mr.S Prajudi Atmosudirjo menyatakan suatu sistem terdiri atas obyek-obyek atau unsur-unsur yang berkaitan dengan satu sama lain. Sedemikian rupa sehingga unsur-unsur tersebut merupakan suatu kesatuan pemrosesan atau pengolahan tertentu.
1.1.3 Karakteristik Sistem
Karakteristik sistem terdiri dari :
1.                  Komponen sistem
2.                  Batasan sistem
3.                  Lingkungan luar sistem
4.                  Penghubung sistem
5.                  Masukan sistem
6.                  Keluaran sistem
7.                  Pengolah sistem
8.                  Sasaran sistem
1.1.4. Klasifikasi sistem
Klasifikasi sistem terdiri dari :
1.            Sistem abstrak dan sistem fisik
2.            Sistem alamiah dan sistem buatan manusia
3.            Sistem deterministik dan sistem probabilistik
4.            Sistem terbuka dan sistem tertutup
1.1.5. Daur Hidup Sistem
Siklus sistem adalah proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer berikut beberapa fase daur hidup suatu sistem :
a)      Mengenali adanya kebutuhan
b)      Pembangunan sistem
c)      Pemasangan sistem
d)     Pengaoprasian sistem
e)      Sistem menjadi usang

1.2 Konsep Dasar Data
Gordon B. Davis mendefinisikan data sebagai berikut “Informasi adalah data yang telah diproses ke dalam suatu bentuk yang mempunyai arti bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata dan terasa bagi keputusan saat itu atau keputusan mendatang.” Sumber informasi adalah data. Pentinganya data bagi manajemen adalah sebagai berikut :
a.    Pengetahuan
b.    Perkiraan
c.    Pertimbangan
d.   Keputusan
The Liang Gie menyatakan bahwa data adalah hal, peristiwa, atau kenyataan lain apapun yang mengandung sesuatu pengetahuan untuk dijadikan dasar guna penyusunan keterangan, pembuatan kesimpulan, atau penetapan keputusan.
1.2.1 Klasifikasi Data
A.        Klasifikasi data menurut jenis data
1.      Data hitung
2.      Data ukur
B.        Klasifikasi data menurut sifat data
1.      Data kuantitatif
2.      Data kualitatif
C.        Klasifikasi data menurut sumber data
1.      Data internal
2.      Data eksternal
1.2.2 Nilai Data
Menurut Dr. Marseto Donosepoetro “Data sebagai penghubung manusia dengan lingkungan hidupnya”. Menyatakan bahwa suatu data yang bernilai harus memenuhi 3 ketentuan, yaitu :
a.         Ketelitian data
b.         Komparabilitas
c.         Validitas data

1.2.3 Pengolahan Data
Data merupakan bahan mentah untuk diolah, yang hasilnya kemudian menjadi informasi. Berikut kegiatan penyimpanan data dan penanganan data.
a.         Penyimpanan data
b.         Penanganan data
Penggunaan data merupakan kegiatan untuk menghasilkan informasi. Informasi adalah data yang telah diklasifikasi atau diolah untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Sumber informasi adalah data. Pengaolah informasi adalah salah satu elemen kunci dalam sistem konseptual. Pengoalh informasi dapat meliputi elemen-elemen komputer, elemen non komputer, atau kombinasinya.
1.3 Konsep Dasar Informasi
1.3.1 Fungsi dan Siklus Informasi
Fungsi utama informasi adalah menambah pengetahuan tau mengurangi ketidakpastian pemakai informasi. Sistem informasi hanya dapat memberikan sebagian dari informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan dan bahwa informasi ini merupakan informasi formal dan dapat ditentukan banyaknya.
Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak. Data diolah untuk menghasilkan informasi menggunakan satu model proses tertentu. Data diolah melalui suatu model informasi.
1.3.2. Biaya dan Jenis Informasi
Biaya pengolahan data dapat dikategorikan sebagai berikut :
a.       Biaya perangkat keras
b.      Biaya analisis, perancangan, dan pelaksanaan sistem
c.       Biaya untuk tempat dan faktor-faktor kontrol lingkungan
d.      Biaya perubahan
e.       Biaya operasi
Klasifikasi informasi dalam manajemen
a.    Tepat waktu
b.    Relevan
c.    Bernilai
d.   Dapat dipercaya
Informasi berdasarkan saran
a.    Informasi individual
b.    Informasi komunitas
1.3.3 Nilai dan Kualitas Informasi
Nilai informasi ditentukan oleh dua hal, yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Nilai informasi didasarkan atas 10 sifat, yaitu :
a.       Mudah diperoleh
b.      Luas dan lengkap
c.       Ketelitian
d.      Kecocokan
e.       Ketepatan waktu
f.       Kejelasan
g.      Keluwesan
h.      Dapat dibuktikan
i.        Tidak ada prasangka
j.        Dapat diukur
Kualitas informasi tergantung dari 3 hal, yaitu informasi akurat, tepat waktu, dan relevan.
1.3.4 Transformasi Informasi
Transformasi informasi adalah komponen proses dalam pengelolaan sistem informasi yang berfungsi memproses data menjadi informasi sehingga dapat dihasilkan produk informasi yang diperlukan bagi para pemakai informasi. Transformasi informasi pada hakekatnya merupakan suatu proses pengubahan wujud, sifat, dan ciri-ciri data menjadi informasi yang selanjutnya disajikan secara statistika atau secara visual untuk disebarluaskan atau didokumentasikan.
1.3.5 Pemakaian Sistem Informasi
Pemakaian informasi merupakan suatu proses pendayagunaan informasi seorang atau sekelompok orang untuk memenuhi kebutuhannya sesuai dengan jabatan atau pekerjaannya dalam bidang tertentu. Penyampaian produk informasi kepada pemakai informasi pada gilirannya akan menimbulkan reakdi atau respon penerimaan atau penolakan terhadap informasi tersebut.

1.4 Konsep Dasar Sistem Informasi
Sistem informasi manajemem merupakan penerapan sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen.
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak lura tertentun dangen laporan-laporan yang diperlukan.
Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan, yaitu :
a.    Blok masukan
b.    Blok model
c.    Blok keluaran
d.   Blok teknologi
e.    Blok basis data
f.     Blok kendali
1.4.2 Perencanaan Sistem Informasi
Perencanaan sistem informasi yang diterjemahkan dari information system planning menceritakan bagaimana menerapkan pengetahuan tentang sistem informasi ke dalam organisasi. Tingkatan perancanaan sistem meliputi:
IDE ---- DESIGN ---- PELAKSANAAN ---- EVALUASI
1.4.3 Pengelolaan Sistem Informasi
Pengelolaan sistem informasi berpangkal pada sistem informasi manajemen (SIM) yang memiliki lingkup lebih luas.
1.4.4 Pegendalian Sistem Informasi
Pengendalian sistem informasi berfungsi sebagai penyadia informasi sebagai bahan pertimbangan untuk membuat keputusan. Terdapat 3 strategis penilaian, yaitu :
a.       Strategis penilaian masukan
b.      Strategis penilaian proses
c.       Strategis penilaian produk
1.4.4 Penilaian Sistem Informasi
Penilaian terhadap komponen-komponen tersebut dilakukan dengan mengguanakan perangkat kriteria sebagai indikator guna memudahkan pelaksanaan penilaian itu sendiri.

1.5. Konsep Dasar Manajemen
Manajemen dalam sistem informasi manajemen (SIM) lebih fokjus pada kegiatan operasional organisasi (perencanaan, pengorganisasian, pemrakarsai, dan mengendalikan operasi.
Kegiatan manajemen dihubungkan dengan tiongkatannya di dalam organisasi :
a.       Perencanaan strategis
b.      pengendalian manajemen
c.       pengendalian operasi
pembuatan keputusan dapat didefinisikan sebagai penentuan serangkaian kegiatan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Pengawasan manajemen dilakukan men ggunakan umpan balik informasi mengenai kemajuan. Sistem pengawasan manajemen adalah sistem total yang berarti sistem tersebut meliputi semua aspek pengoprasian organisasi. Ralph currier Davis & Allan C, membagi fungsi pengawasan menjadi 8 fungsi, sebagai berikut :
a.    Perencanaan Rutin
b.    Penjadwalan
c.    Persiapan
d.   Pengabaran
e.    Pengarahan
f.     Pemeriksaan
g.    Pembagian
h.    Pembetulan
pengorganisasian merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi. Sumber daya yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya.
Struktur organisasi dapat didefinisikan sebagai mekanisme formal dengan organisasi yang dikelola. Faktor penentu perancangan organisasi adalah :
a.       strategi organisasi untuk mencapai tujuan
b.      teknologi yang digunakan
c.       anggota dan orang-orang yang terlibat di dalam organisasi
d.      ukuran organisasi


Comments

Popular posts from this blog

Contoh Sistem Pendukung Keputusan Menggunakan Java Dalam Menentukan Ekonomi Pegawai